Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Tuli dan tunarungu Menjelang akhir tahun 2016 lalu, tepatnya bulan Oktober, Kementerian dan Kebudayaan Republik Indonesia menerbitkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V, menggantikan KBBI IV yang telah berusia delapan tahun. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tunarungu artinya rusak pendengaran dan dianggap lebih baik, halus, sopan, dan formal sedangkan Tuli tidak dapat mendengar karena rusak pendengarannya dan terkesan lebih kasar. Namun, secara penulisan, Tuli dengan huruf kapital (T) menurut komunitas Tuli sendiri dipandang lebih sopan dan  mereka lebih nyaman dipanggil dengan sapaan Tuli dibandingkan dengan tunarungu. Mengapa? Karena penulisan Tuli dengan Huruf kapital (T) sekaligus  sapaan Tuli menunjukkan identitas orang Tuli sebagai sebuah kelompok masyarakat yang mempunyai identitas, memiliki bahasa, dan budayanya tersendiri. Sedangkan tunarungu dianggap sebagai sebuah keharusan untuk mengoptimalkan kemampuan pendengarannya dengan berbagai cara agar ...

Postingan Terbaru